Please Wait...

 


Please Wait…

 

Aku dalam perjalanan

sesekali dengan langkah yang cepat

sewaktu-waktu berlari

sekian sering juga dengan langkah gontai

jenuh dan lelah menyeret tungkai kaki….

 

Aku  berhenti sejenak

manarik nafas yang terengah oleh terik tantangan

dengan ponsel dalam genggaman

yang  tak terlupa ke manapun pergi

membuat panik dan resah saat tertinggal….

ia jadi pelarian menuangkan rasa

bahkan ia bisa menjadi yang terpenting

saat sesama dan lingkungan sedang berbicara

 

Aku menerima notif dengan nomor baru

sebuah pesan jelas terbaca ‘please wait…’

aku mencoba melacak nomor itu namun sia-sia

kenapa harus pesan itu dari  nomor tak dikenal?

apa yang telah aku lakukan hingga disuruh menunggu?

 

Mungkin aku perlu menunggu

entahkah itu seseorang yang akan datang menjumpaiku?

ataukah sebuah tanda dan pesan penjelasan akan muncul?

aku akan jenuh menunggu tanpa kepastian

kapan… dimana… dengan siapa…?

 

Tapi…

menunggu melatih kesabaranku yang sering hilang

melatih nafasku untuk ditarik dalam kesadaran

mendisiplinkan pikiranku untuk merancang kebaikan

menata hatiku untuk menyimpan lebih banyak empati

menahan mulutku yang suka menghambur berita bohong

melenturkan tangan dan kakiku untuk berbuat baik…

 

Aku menunggu…

dengan kesabaran yang berbuah

dengan ketenangan batin yang berkarakter

dengan perbaikan tutur dan tingkah yang berintegritas

 

Hingga pesan ‘please wait’ itu menjadi fakta

tak perlu pura-pura kaget atau bingung

tak perlu membuat drama di pinggir  jalan

tidak lagi dengan hape yang canggih namun kesepian

bukan dengan kemampuan dan kuasa yang bergelimang

tapi hidup dengan kepedulian yang menempati zona stunting

tidak pula dengan kemalasan yang mentradisi

bergantung dari menadahkan tangan menerima amal

bahkan menuntut orang lain memberi sedekah…

 

Aku menunggu…

dengan keyakinan akan pesannya

dengan rindu yang akan terobati

 

please wait….

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar

2 Komentar