
Pujian yang Membunuh
Aku berjuang untuk merunduk
dengan sembunyi memasang telinga
pada cerita sahabat tanpa basa
basi
mengajakku pada jalan seharusnya…
Tapi…
aku gemetar pada rasa malu
yang mengintip
aku takut pada pendar cahaya
kebenaran yang menerobos
aku takut akut pada hari yang nihil pujian
Ah…
Aku kalah pada tutur jujur
sahabat
aku lebih tergoda pada gemulainya
lekukan tubuh
termakan rayuan untuk
mempertahankan gengsi
aku lekat pada tampuk kekuasaan
dimana aku bersumpah menunaikan janji
janji yang mengorbankan ketulusan
sahabat
Aku malu pada rasa malu
yang tersenyum malu dibalik tilam
di atasnya pikiran dan tutur yang
benar itu terkulai
Pujian itu membunuh
membunuh kejujuran sahabat
membunuh ketulusan nuraniku
Pujian…
selalu begitukah perangaimu
saat takhtah ini sekian diagungkan…?
***
Dili.Timor Leste.03.08.24
2 Komentar
Vielen dank Meine Schwester für tulisanx, tetap semangat e.. Gottes Segen👼🙏❤
BalasHapusdanke barak madre....
Hapus