Ketaatan di atas Karpet Merah

 

foto: daerah gamping-sleman-jogyakarta (2021)


Ketaatan di atas Karpet Merah

 

Bersumpah dipelataran baitMu

dalam bentangan karpet merah beraroma tanah

nafas memburu bersama semilir angin

telinga lekat pada nyanyian litani para malaikat

air mata mengalir dalam keberserahan

hanya untukMu saja…

 

Ketaatan itu menyata

hadir dalam sosok ragawi diberi mandat

dianggap punya kelebihan pada nalar dan moral etika

disumpah sebagai pelayan bukan penguasa

 

Terlalu sering diri bergulat

ketaatan mana yang mesti dipilih

tuntutan ketaatan kian dipelintir

gelontorkan aturan pinggirkan kemanusiaan

penuhi ego kenyangkan pengakuan

teriakan kewenangan lenyapkan suara pinggiran

 

Memaksa diri merunduk pada ketaatan

menghasilkan kemunafikan dan diri yang pecah

retak pada pengakuan kekuasaan

hancur pada nilai sebagai hamba dan pelayan

menyusut dalam indentitas diri

yang besar selalu benar yang kecil harus meminta maaf

 

Haruskah bentang lagi karpet merah?

tidak. mesti diganti kerikil tajam dari jalanan setapak

biar perihnya melayani kian membumi

hilangkan ego pinggirkan pengakuan

buka telinga pada cerita dua sisi

buka hati dengan empati pada kisah perjuangan

 

Biar lantunan sumpah bersama para malaikat kian menggema

hanya hamba pada KehendakMu

hanya untukMu saja…

Posting Komentar

3 Komentar