![]() |
| Pendakian ke Gunung Ramelau - Timor Leste, Mei 2025 |
Jalan Sunyi Sang Penabur
Dia menggenggam cita dan impian
sebagai benih yang hendak ditabur
dalam perjalanan
hamparan tak berbatas dengan
cerita yang sulit ditebak
yang hanya diberi nilai saat bergumul
dengannya…
Dia merunduk sebentar melihat
tempatnya berpijak
adakah ia kuat, adakah ia kokoh
dia merunduk menatap hatinya
adakah didapati keheningan yang
damai
dia menelisik pikiran-pikirannya
adakah ketenangan dan kedalaman
ditengah bisingnya roda kehidupan
Agar dia melangkah dengan
kepercayaan diri
dengan benih yang siap ditabur diantara
ladang perutusan
melalui pelayanan tanpa kalkulasi
tanpa banyak alasan
dengan semangat berbagi tanpa
meminta ganti rugi
dalam pelukan kesabaran dan
ketekunan yang tahan uji
Baginya, kesendirian adalah
keringkihan
tetapi persaudaraan adalah
kekuatan
keberagaman adalah kekayaan dan
keunikan adalah mutiara
walau sekian sering diartikan
sebagai saingan, hambatan bahkan duri…
persaudaraan yang tulus itu
seperti pupuk yang mencipta kesuburan
yang memberi diri untuk
menghasilkan buah
Sumpah janjinya adalah percikan
api yang memberi daya
menyadarkannya untuk tetap berjuang
ditengah himpitan belukar
keinginan
benalu-benalu kerakusan dan rayuan
yang menjatuhkan
Dia membungkus nuraninya dengan
doa dan tapa
sebab doa itu seperti akar
baginya
yang menggerakan dan
menyelenggarakan hidup dalam sunyi
dalam keheningan yang reflektif
dan pembaharuan diri tanpa kata cukup
sebab dia tak perlu berkoar untuk
terlihat berjasa
Setiap kisah yang dilaluinya
adalah didikan
tutur kata dan tindakan yang
memberi teladan tentang kedewasaan
dalam rapuh kemanusiaannya dia
terus bertumbuh
mandiri dan berbagi dengan
ketulusan
Ditengah peradaban yang mengejar
pencapaian
yang lebih menghormati
popularitas
yang lebih terpesona pada
kekayaan
yang lebih tergila-gila pada
sepotong rayuan
dia memilih tetap berjalan dengan
tapak-tapak yang selektif
dengan pijakan yang berdaya tahan
dan keterlibatan yang berdaya guna
Perjalanan sang penabur adalah
perjalanan harapan
tak pernah selesai tidak pernah
sempurna
tetapi dia percaya pada janjiNya
“DIA menyelesaikannya…”
***
Claudia Karangora

0 Komentar