Tapak Cinta dari Kebun Kelapa

 


Tapak Cinta dari Kebun Kelapa

 

Dia lahir dan tumbuh di antara pohon - pohon kelapa

sering meneguk air buanhya yang jernih

dan tetesan-tetesan dari bakal buah yang enak namun memabukan

 

Dia  diasuh dalam kesederhanaan

oleh jemari kasih petani kelapa dan kemiri

pun dididik membawa hasil ladang ke pasar pantai utara

untuk dibarterkan dengan ikan kering kala rupiah terasa sulit

menikmati jalan-jalan setapak bukit dan lembah

bermalam di bawah rindang pohon hutan tanpa tikar

ditemani api unggun kecil dan teman seperjalanan

 

Hingga saatnya

dia melangkah keluar dari kebun kelapa

dengan harapan dan keraguan

dengan keberanian dan ketakutan

untuk menemukan cinta di bumi Sriwijaya

 

Kelembutannya adalah pondasi

kecerdasannya adalah tiang penopang

ketekunannya adalah atap yang meneduhkan

kegembiraannya adalah sirkulasi udara dan cahaya

 

Setiap pilihan yang diambil

adalah kesadaran akan pengenalan diri

mendengarkan yang putus asa dan hilang kendali

meramu kata dan nada bicara yang lembut menyadarkan

menenun cerita luka menjadi sarana yang menyembuhkan

memberi ruang untuk pertumbuhan

 

Dia memiliki banyak…

namun tetap membumikan dengan cara sederhana

setia menapakan kaki di kebun belakang rumah

melenturkan jemari merawat pohon buah dan sayur

 

Dia tahu caranya untuk tetap sederhana

tanpa melupakan dari mana ia berasal

dia tahu cara merawat kerendahan hati

biar yang ia tuturkan memberi buah dalam keseharian

 

Ia menjadi kuat dalam perjalanan

bisa jadi ia belajar dari pohon kelapa:

semakin tua semakin berbuah…

 

Tapak cinta dari kebun kelapa

tetaplah seperti itu

membumikan cinta di setiap langkah…

 

 

proficiat di tahun Perak Kaul…

 

***

                                                                                                claudia karangora, CIJ

Posting Komentar

0 Komentar