Secarik Ijazah dan Kepemimpinan

 




Secarik Ijazah dan Kepemimpinan

 

Ada yang  viral belakangan ini

kegaduhan yang enggan diakhiri

keributan yang tak henti dipertontonkan

perdebatan yang bahkan diperpanjang dengan sengaja

ada yang menggunakan akal sehat ada juga yang sekedar bersilat lidah

 

Tentang selembar kertas bernama ijazah

sebuah pertanda pernah duduk di bangku sekolah

yang jadi syarat utama melamar kerja atau menginginkan jabatan

sebuah kebanggaan sekaligus keraguan

 

Bukan saja tentang tinta dan segala pernak pernik yang tergores di atasnya

tapi bagaimana ia diperoleh

dengan jerih lelah dan harga diri

 

Ia bisa dikerumuni tanda tanya

saat kekuasaan dipelintir dengan kecurangan

banyak tangan akan mengorek-ngorek warna tinta

mengais kebenaran yang ditutupi  uang dan pengaruh 

ia adalah  sebuah contoh  dari dunia pendidikan yang mulai lapuk…

 

Ia memilih menjadi korban saat ditanya

mungkin ia lupa di mana menyimpannya

ataukah  terlalu takut untuk menunjukan dengan bangga

tentang masa lalu yang mungkin penuh dengan narasi tabola bale

atau mode pembiaran yang mencipta rasa bosan pada akhirnya

 

ia hanya membutuhkan keberanian

merobek topeng  yang masih terjaga

menampakan wajah asli

yang  terlalu sakit tersengat cahaya…

 

Selembar kertas yang berdampak pada kepemimpinan

tentang kerendahan hati yang merangkul

ketegasan yang melantangkan kebenaran

keberpihakan pada keadilan tanpa basa basi

dan gambaran pemilik yang berintegritas

 

Secarik kertas bernama ijazah harusnya menjadi pertanda

tentang pendidikan yang berkarakter

kejujuran adalah intelektualitas yang membumi

tanpa ego bukan sekedar pamer

bahwa kepalsuan adalah musuh utama kaum terdidik

 

biar tak ada lagi debat kusir yang mempertontonkan kedunguan….

 

                                                                                    claudia karangora

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar