![]() |
| foto: internet |
Natal: Fakta tak
hanya Akta
Aku menggenggam selembar kertas
tertulis namaku…sebuah pemberian yang
memiliki makna
lengkap dengan tempat dan tanggal
tak terlupa nama mereka yang
melahirkanku
dengan cinta dan tanggung jawab…
Aku tahu…
di banyak tempat di berbagai
belahan bumi ini
sekian banyak manusia tak
memiliki lembaran kertas ini
mereka tahu bahwa mereka terlahir
tapi entah kapan dan dari siapa…
Sebagian diantaranya memendam
rasa malu
oleh rasa terlantar yang wajib
diabaikan
mereka mungkin memiliki selembar
kertas
namun hanya nama ibunya yang
tertera
pemilik rahim yang tak mungkin
mendustai diri
dan satunya lagi tak mau mengakui
bahkan mungkin menuntut test dna…
Sebagian lagi ditemukan ditempat
penampungan
ditinggalkan di pintu pintu rumah pada
tengah malam
dalam derai hujan dan gigitan
dingin
mungkin yang melahirkannya malu
karena telah jatuh…
dan sebagian memang tak perlu
akta
mereka hanya memiliki fakta
mereka ditolak mereka dibuang mereka
dilenyapkan…
mereka dianggap sebagai aib…
Sepenting itukah selembar kertas
bernama akta?
untuk menelusur asal usul dan
kepemilikan?
untuk menemukan rasa nyaman dalam
status sosial?
atau bahkan untuk saling
mengintip dan menghakimi?
Natal…
kelahiranNya adalah fakta tanpa
akta
karena tanggal Natalpun ada
karena tradisi bukan dari akta
aku tahu siapa yang melahirkanNya
hanya dari cerita yang diwartakan
bukan akta
Merayakan Natal ku kini…
harusnya menjadi fakta tentang
NatalNya
dengan nama yang memiliki makna
dan kualitas diri
dari cinta yang melahirkanku
dengan tanggung jawab
Natalku kini harus menjadi fakta
bukan sekedar ritus yang tak
boleh melenceng
bukan sekedar kebersamaan yang
memabukan
tidak sekedar hiasan pesta yang
mewah estetik
tidak berhenti pada gema suara
membahana yang membuai…
NatalNya dan natalku menjadi
fakta
tentang lorong-lorong penderitaan
dan penolakan
yang harus diakui dan diterima dengan
realistis
tentang kemiskinan dan sakit tak
terhindarkan
yang perlu diatasi dengan kepedulian
dan kemauan berbagi
tentang pelarian dan penghindaran
yang harus dijawab dengan rasa
tanggung jawab
tentang penelantaran dan
pembuangan
yang perlu diakhiri hanya dengan
empati dan pengasuhan…
dari kelahiranNya aku memberi
makna…
bahwa kelahiranku menjadi fakta tercerahkan
dan berbuah
tidak sekedar akta yang tersimpan
rapih di lemari
Natal…
Fakta lebih dari sekedar akta…
***
Claudia karangora, CIJ

0 Komentar