Ayah: Cinta dalam
Diam
Ia memulai perjalanan dalam cinta
sebutir benih
jatuh membenam dalam rahim bumi
hanya itu jalan untuk menumbuhkan
kehidupan
dalam diam yang hening dalam
gelap yang sunyi
Cinta itu menyongsong mentari
mengawali hari
tarikan nafas dibelai harapan
pancaran mata dipenuhi optimisme
yang menemaninya di jalan saban
hari dan malam
Ayah, cinta dalam diam
di sudut ruang batinnya
ia melukis cinta dalam lembaran
tanggung jawab
mulai dari pojok halaman jiwanya
ia mengolah lahan dalam kerja
tanpa lelah
menyiram dengan keringat yang
mengucur tanpa mengeluh
luka yang merobek ujung jemari tangannya
onak dan duri yang menikam telapak kakinya
dalam kesabaran yang tangguh
tak mau berhenti tak mau cinta
itu terbaca tanpa makna
Baginya tutur yang berlebihan adalah kehilangan arah
pikiran yang tak diasah adalah
kebodohan
lengan yang enggan bekerja adalah
kemiskinan
kaki yang malas melangkah adalah
keterbelakangan
dan hati yang ketiadaan empati
adalah kehinaan
Ayah, cinta dalam diam
Ia memeluk cintanya dengan mimpi
yang dibuktikan
merangkul buah hatinya
dengan keteladanan
karena baginya didikan adalah
investasi terbaik
yang dipanen dalam perjalanan dan
pelajaran
Cinta yang tak cukup hanya oleh
kata
ayah adalah cinta dalam diam
hening… tak terjelaskan…

0 Komentar