![]() |
| foto: internet |
Cerita tentang Keadilan
“Perdamaian adalah mahakarya
keadilan”
tutur Fransiskus dengan kasih dan
harapan
disambut gemuruh tepuk tangan
dikutip siapa pun diviralkan media
Keadilan…
entah bersembunyi dimana
mungkinkah dia hanyalah impian
musafir?
ataukah dia hanyalah jargon
pencari popularitas?
Keadilan…
kerap ia disalahpahami
oleh ego yang tersandera ambisi
sering ia disalahgunakan
oleh mereka yang doyan
keseragaman bukan penghargaan
sekian sering ia dipelintir
oleh mereka yang mengagungkan
kuasa dan jabatan
dilukai oleh para pencari muka yang
rentan terhadap rayuan
bahkan dengan sengaja ia
disembunyikan
dan menggantinya dengan air pencuci tangan
Ternyata dia tak pernah tampil
sendirian
Ia tak mau menunjukan diri paling
depan
Ia lebih suka berjuang dalam hening
yang sunyi
Ia akan nampak jika bibir bibir
dusta bisa dibungkam
Aku mengenalnya dalam aura yang
menyejukan
aku marasakannya dalam kehangatan
persaudaraan
aku menemukannya dalam keragaman
yang setara
aku menjumpainya dalam tutur
tanpa dusta dan propaganda
bahkan aku bisa mendekapnya dalam
ketulusan
tanpa curiga dan penghakiman…
Saat rasa damai ini memelukku
keadilan telah lebih dahulu menjaga
jalan jalanku
sebab “perdamaian itu mahakarya
keadilan”
***
sebuah refleksi di bulan Kitab Suci Nasional
2024…

2 Komentar
Terbaik kaka suster
BalasHapusterima kasih Lia....
BalasHapus