Memeluk Kesendirian
Saat teori bicara tentang ekspektasi
jalan jalan menggambarkan
realitas
saat mimpi melukiskan harapan
kesadaran menyodorkan logika
Kau berkemas dengan ekspektasi
membungkus harapan dengan teori
mencipta bayangan tentang keindahan
di jalan jalan
bermimpi tentang keselarasan yang
awet
Ternyata...
kau memeluk kesendirian
rapuh dalam ekspektasi yang
ambyar
tersedak dalam harapan yang enggan
menyata
terikat dalam mimpi yang halu
Tubuhmu mengigil dalam sepi
dengan aroma terbuang yang menyengat
ekspektasi itu omong kosong
keselarasan itu hanya halusinasi
Dengan sisa kekuatan kau memeluk
kesendirian
dia kini sahabat paling setia
membuat dada berdegup
rasanya seperti pada saat jatuh
cinta…
Memeluk kesendirian
itulah realitas…

0 Komentar