Berbagi...Haruskah Dipenjarakan?

 


Berbagi…haruskah dipenjarakan?

 

Melewati kerangkeng besi pintu demi pintu

terhentak pada panorama dalam lingkaran tembok

taman mempesona mata membuai hati

telinga menangkap sapaan bahagia penghuni

 

Di sini…

tak ada lagi kaya dan miskin

tak terlihat lagi yang terkemuka dan terpinggirkan

tak lagi dibedakan mana pembunuh, perampok dan sok suci

pantaskah aku bertanya ‘apakah salah atau kejahatanmu?’

 

Aku lebih pantas menggugat diri

ke manakah aku selama ini?

menghabiskan waktu dengan kebanggaan  hampa

sibuk memoles diri untuk mewartakan diri

namun kalah dalam gerak laku tentang memberi

menggenggam erat dompet kumal penuh recehan

karena jatuh miskin terasa lebih menakutkan

 

Aku hanya perlu datang untuk mendapatkan lebih

aku hanya perlu hadir untuk menerima lebih banyak

aku hanya perlu membuka mata bagi keindahan

membuka telinga bagi sapaan

tulus mengulurkan tangan untuk berbagi

 

Raga itu terpenjara

tapi tidak dengan pikiran yang memerdekakan

perasaan boleh lelah oleh tembok yang membentengi

tapi hati selalu terbuka untuk kebajikan

tangan dan kaki terpasung dalam blok berjeruji

tapi merawat keindahan adalah kebaikan universal

 

Di sini…

aku dan kamu adalah saudara

sama pendosa di jalan tobat…

 

teruslah berbagi

ia tak boleh dipenjarakan…

 

***

Oepoi-Kupang.28.07.24(pada kunjungan ke Lapas-Kupang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar

4 Komentar