Sua Hati di Jalan Derita

 

gambar:Internet


Sua Hati di Jalan Derita

 

Aku memikul beban yang bukan bebanKu

menghempaskan tubuh ke bumi yang cadas

ditindih dosa yang bukan dosaKu

diiringi genderang fitnah dan hasutan

menitikan air mata dan darah sebagai pembasuh

 

Jumpa ibu di jalan derita ini

tatapan penuh air mata menikam hatiKu

gumam pilunya menghujam sendi-sendi tulangKu

kenapa dia harus menyaksikan derita Anaknya?

dilumuri luka, darah, hujat dan cemooh

sanggupkah dia mengemas hatinya dalam sabar dan tabah?

 

Hati ini tak kuasa menahan rindu

rindu pada rahimnya yang damai

rindu pada pelukannya yang hangat

rindu pada pangkuannya yang nyaman

rindu pada dekapan dan dongengya sampai Aku tertidur

rindu pada canda kami di Nazareth yang sunyi…

 

ibu…

tatapanmu membenamkan Aku dalam kesetiaan di jalan ini

air matamu membasuh peluh dan darah di tubuh ini

pelukanmu hangatkan hati dan raga yang tercabik cambuk

gumam cintamu  alirkan daya untuk taat sampai tuntas

 

ibu…

temani aku di jalan ini

jalanKu adalah jalanmu

biar tatapanmu setia menemaniku sampai puncak

biar langkah kakimu mengajariKu taat sampai habis

biar kasih ini terbagi sampai purna…



                    ***

Claudia Karangora, CIJ





Posting Komentar

0 Komentar