Aku dan Tukang Periuk

 


gambar: internet


Aku dan Tukang Periuk

 

Di depan cermin

ku tatap lekat sekujur tubuh

rasanya sederhana tak istimewa

ada luka ada rasa sakit

 

Membuka buku harian

telusur asal usulku

katanya terbuat dari tanah

dibentuk, dibakar seseorang

siapakah dia?

 

Ku kumpulkan tenaga dan asa

telusur setapak jalan ditemani senja

mentari yang juga dijalan pulang

kami berkisah di sepanjang bibir pantai

 

Gubuk tua berpenghuni menyambut

lelaki tua berjanggut putih renta

baru saja selesai kerjanya diujung senja

 

Aku dibuat olehmu?

'dengan cinta'

sesederhana ini?

'itu pas untuk kisah dan tujuanmu'

rasanya sederhana dan tak istimewa

'kau perlu diperbaiki

terlihat retak dan pasti sakit'

Retak?

 

Gambar dan proses pembuatanku dulu dibentang

 

Kenapa tidak kau ganti saja bentuknya? sedikit lebih cantik

'aku suka kamu yang begitu. ada kekuatan dan ketulusan'

tapi rasanya aku tak kuat dengan tekanan

akhir-akhir ini lebih sering cemberut, emosional

'itulah retakannya. ayo diperbaiki'

 

Apakah sakit?

'bisa jadi. tapi kau ada di tempat yang tidak salah

aku harus meremukannmu'

kalau begitu apakah boleh ada sedikit perubahan?

'ya. tapi tidak dengan bentuknya.

bentukmu tak istimewa tapi…

kamu mampu menampung banyak cinta untuk dibagikan

daya tahanmu itu istimewa untuk kesabaran dan hening

kamu siap menanggung bebanmu dan bahkan beban yang lain'

bisahkah mulutku sedikit diubah bentuknya?

'untuk apa?'

biar aku lebih banyak bertutur

tentang apa saja. mungkin akan lebih ringan kepalaku

'mulutmu itu pas untuk cerita yang boleh dan tidak boleh

perbanyak menyimpan di kepalamu

untuk dikisahkan nanti lebih bermakna'

sunyi. hening. bening

 

Disenja berikutnya aku pulang

dengan rasa yang lebih yakin

dengan hati yang lebih percaya

cermin menungguku

ia akan bicara jujur tentang aku

dan kapan saja aku bisa kembali

gubuk tukang periuk

cinta dalam tiap sentuhan menungguku….

 

                                                            dalam sunyi dengan diri….

Posting Komentar

0 Komentar