Kemiskinan (sebuah refleksi tentang kaul kemiskinan)

 


foto: daerah Gamping-Sleman-Jogyakarta (2021)


Kemiskinan

 

Pada awal mula aku bermimpi

Menggapai cita dijalan terpilih

Aku terhasut kemegahan janji

Hanya untuk melayani

Siapa lagi kalau bukan orang kecil

Bahkan namaku diganti. sesama orang kecil

 

Zaman berubah janji itupun menua

Menua dalam keroposnya cita dan harapan

Menua dalam amnesia tentang nama dan asal

Tak lagi jujur tentang janji yang membumi bersama debu tanah

 

Lebih suka menerima dari pada memberi

Lebih bahagia dengan senyum virtual dari pada perjumpaan

Lebih nikmat roti keju dipesan online

dari pada sepotong singkong untuk janda sebelah rumah

Lebih tergiur dengan iklan untuk glowing

dari pada mengisi kotak bertuliskan untuk sesama orang kecil

Mata berbinar senyum tersungging  dengar ajakan traktir

Mata menyipit pertanyakan kedatangan orang miskin

Bisa jadi tirai jendela ruang tamupun ditutup

 

Kembalikan aku pada rasa bangga

bangga pada mimpi dan cita yang membumi

bangga membisukan ego memperkaya diri

Jujur dengan talenta yang terasah dan terberi

Bangga boleh bermurah hati buat sesama orang kecil

Bangga menjadi pegiat utama kharisma bersama


Biar kemiskinanNya menjadikan aku kaya

Yang terberi dengan tulus dan tuntas

Karena semua itu hanya titipan…

Posting Komentar

0 Komentar