Tempatmu curhatku

 

foto: claudia karangora


Tempatmu Curhatku

 

Di sini…

Kita menghabiskan tiap senja tuk menjemput malam

Aku  menatapmu Perempuan Penuh Rahmat

Dalam terang sebatang lilin

Tak ada kata yang terucap

Walau jemariku berirama memijat biji rosario

 

Aku tak pernah lelah mencintai tempat ini

Seolah keindahan terpusat di pelataran ini

Seakan tidak ada tempat lain yang lebih menjanjikan rasa damai

Walau kisah seharian tidak ada manis-manisnya. Di sini.

 

Di sini…

Aku selalu menatapmu Perempuan Penuh Rahmat

Karena tatapmu itu tanpa curiga

Tanpa prasangka hatimu memanggilku

Kau memberiku rasa nyaman yang tulus jujur

 

Di sini…

Di depanmu Perempuan Penuh Rahmat

Aku berpikir  seluas jangkauan

Aku bicara semauku

Isi kepalaku. Tetek bengek hatiku

Tanpa jeda. Tanpa batas

 

Kini, di sini…

Tempatnya tak lagi sama

Tempat sederhana yang dirajut dengan jemariku yang ringkih

Dengan hatiku yang sederhana

Tak ada lagi. Tak lagi sama.

Aku merindukanmu…

Di sini…di tiap senja

Tempatmu

Curhatku

Terbaik yang pernah ada

Perempuan Penuh Rahmat…

 

                                   

Posting Komentar

0 Komentar