Tempatmu Curhatku
Di sini…
Kita menghabiskan tiap senja tuk
menjemput malam
Aku menatapmu Perempuan Penuh Rahmat
Dalam terang sebatang lilin
Tak ada kata yang terucap
Walau jemariku berirama memijat
biji rosario
Aku tak pernah lelah mencintai
tempat ini
Seolah keindahan terpusat di
pelataran ini
Seakan tidak ada tempat lain yang
lebih menjanjikan rasa damai
Walau kisah seharian tidak ada
manis-manisnya. Di sini.
Di sini…
Aku selalu menatapmu Perempuan
Penuh Rahmat
Karena tatapmu itu tanpa curiga
Tanpa prasangka hatimu memanggilku
Kau memberiku rasa nyaman yang tulus
jujur
Di sini…
Di depanmu Perempuan Penuh Rahmat
Aku berpikir seluas jangkauan
Aku bicara semauku
Isi kepalaku. Tetek bengek hatiku
Tanpa jeda. Tanpa batas
Kini, di sini…
Tempatnya tak lagi sama
Tempat sederhana yang dirajut
dengan jemariku yang ringkih
Dengan hatiku yang sederhana
Tak ada lagi. Tak lagi sama.
Aku merindukanmu…
Di sini…di tiap senja
Tempatmu
Curhatku
Terbaik yang pernah ada
Perempuan Penuh Rahmat…

0 Komentar