JELAS DI MATA DEKAT DI HATI
Pagi hari, Sabtu, 12 Agustus
2023. Rombongan Tim PKRS (Promosi
Kesehatan Rumah Sakit) RS Santo Damian Lewoleba menumpang mobil double cabin
mitsubhisi menuju Karangora. Melewati
pegunungan wilayah kecamatan Nubatukan dan Atadei, dengan jarak 25 km, ditempuh
dalam waktu sekitar 50 menit.
Tidak butuh waktu lama untuk memulai
kegiatan. Warga kampung sudah menunggu di balai desa. Kegiatan Promosi
Kesehatan RS Santo Damian diisi dengan memperkenalkan RS Santo Damian dan
layanan unggulan yang dimiliki; materi tentang pentingnya kesehatan yang
dibawakan anak Karangora yang lagi
berlibur di kampung, Sr. Maria Ancelina Karangora, FCh; materi tentang kesehatan
mata dan penggunaan kaca mata oleh Sr. Regina, CIJ yang juga tenaga
refraksionis Optik St. Damian. Kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kaca
mata (baca) bagi yang berusia lebih dari 40 tahun. Kaca mata itu digunakan
untuk membantu aktivitas sehari-hari masyarakat kampung seperti membaca, membersihkan
beras dan menenun.
Masyarakat antusias mengikuti proses
kegiatan ini. Kegiatan berjalan lancar, aman dan tertib. Ada kebahagiaan dan
syukur dari masyarakat dan aparat desa. Semoga tetap ada lagi kerja sama seperti
ini diwaktu mendatang untuk membentuk masyarakat yang sadar akan pentingya
kesehatan. Harapan ini disampaikan kepala desa, Hans Bate Roning dalam sambutannya.
Suksesnya kegiatan ini adalah buah kerja
sama yang baik, kepercayaan yang
dibangun sebagai mitra pelayanan antara RS Santo Damian, Yayasan Sejuta Kaca
Mata, aparat Desa Karangora, dan yang
memediasi saudara Laurens Karangora.
Yayasan
Sejuta Kaca Mata…
Dari
jauh engkau melihat
Dengan
mata batin yang bening
Dengan
hati berkobar untuk berbagi
Tampak
dipendaran cahaya
Kampung
Karangora nun jauh di pegunungan Lembata
Jauh di
mata dekat di hati
RS
Santo Damian Lewoleba…
Hatimu
hangat oleh kasih
Rejeki
datang tidak kau karungkan
Ayunkan
langkah jumpai perkampungan
Tanganmu
terulur menjamah kebutaan
Berkat
itu tersampaikan dalam ketulusan
Jelas
di mata dekat di hati
Karangora…
Kampung
dingin pegunungan Lembata
Musim
hujan kau didandani ladang-ladang padi
Kemarau
tiba kau ditaburi debu oleh hembusan angin selatan
Dada yang
berdebar kasih bersua
Terangkan
penglihatan taburkan benih harapan
Jelas
di mata dekat di hati.
Claudia
Karangora, CIJ

0 Komentar