![]() |
| photo by Mahasiswa KKN Unitomo- Salah satu kegiatan mahasiswa KKN di SDN Trosobo 1 |
Floriana-SDN Trosobo 1 menjadi salah satu lokasi kegiatan KKN Tematik mahasiswa
Univeritas Dr. Soetomo Suarabaya tahun 2023. Tanggal 13 – 24 Juni 2023, mahasiswa
yang berjumlah 9 orang yang tergabung
dalam kelompok 4 Desa Kalijaten, mengadakan KKN-T di SDN Trosobo 1 dalam tema
‘Mitigasi dan Penanggulangan Bencana’.
Lokasi SDN Trosobo 1 tepat di samping Puskesmas Trosobo dan depan
perumahan Citra Harmoni jalan raya Kletek/Trosobo menjadikan tempat ini
strategis. Bahkan sangat mudah dijangkau oleh bisingnya kendaraan industri yang
saban hari lalu lalang dan tebaran debu yang membuat setiap lembar dedaunan di
halaman SD hampir tak pernah hijau sempurna alias coklat tebal. Setiap hari
selama masa KKN-T semua helm pengguna motor yang terparkir di halaman sekolah
pun selalu penuh debu.
Selama kegiatan KKN-Tematik ini berlangsung, tidak hanya pemberian materi
dan simulasi tentang Mitigasi dan Penanggulangan Bencana tetapi ada kegiatan
lain seperti ikut dalam memperlancar pertandingan futsal antar kelas, kegiatan
pembersihan lingkungan bersama para siswa, penataan kembali ruang perpustakaan,
mushola dan UKS.
Sikap terbuka dan persaudaraan di SDN Trosobo 1 dan kekompakan kelompok
mahasiswa menjadi modal kuat kegiatan KKN berlangsung dengan lancar dan penuh
semangat.
Salah satu materi dari KKN Tematik ini adalah tentang wabah penyakit yang
pasti berhubungan dengan lingkungan hidup dan perilaku hidup manusia yang
menyebabkan rentannya lingkungan menimbulkan wabah penyakit.
Dari Letak sekolah, dengan mudah
akan ditemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Pertama,
lokasi sekolah yang strategis bagi debu jalan yang berterbangan dan menutup
hijaunya dedaunan; kedua, masih kurangnya pepohonan di halaman sekolah; ketiga,
Sidoarjo sebagai kota industri memberikan kontribusi besar bagi munculnya
sampah plastik di halaman sekolah; di sekolah ini masih ditemukan belum adanya
tempat pembuangan sampah yang baik. Sampah masih dibuang pada tempat yang
dianggap memungkinkan dan masih dengan pola membakar sampah yang dapat mengakibatkan
polusi udara, kebakaran dan lainnya. Keempat, masih terlihat banyak
siswa tidak mencuci tangan sebelum makan. setelah menikmati jajan, masih ada kemasan
plastik dibuang begitu saja. Kelima, pendidikan karakter yang seharusnya
diterapkan sejak usia dini dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Masalah lingkungan hidup dan komunikasi.
Setiap situasi yang terjadi termasuk masalah lingkungan hidup, dampak yang
dirasakan entah baik atau buruk sangat bergantung pada komunikasi yang dibangun antara semua
pihak yang terlibat. Situasi lingkungan
yang ada di SDN trosobo 1 membutuhkan komunikasi yang lebih efektif dan
memberdayakan.
Pertama; penyuluhan dan pendidikan tentang
Lingkungan. Sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan dasar (usia dini) menjadi
sasaran yang tepat dan efektif bagi pendidikan lingkungan hidup. Pola
pembiasaan tentang menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, mengolah
sampah secara tepat dijadikan sebagai sebuah budaya bagi setiap siswa. Di
sekolah tidak hanya berkutat pada pemberian teori mata pelajaran untuk mengejar
nilai (intelektual) yang tinggi tetapi lebih kepada pendidikan karakter, pemahaman
yang benar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sekolah menjadi wadah tepat
mengampanyekan isu lingkungan hidup.
Kedua, komuikasi lingkungan dengan metode yang
tepat untuk merangsang kesadaran dan perubahan perilaku akan lingkungan. Guru atau pendidik
menjadi mentor atau teladan dalam
menjaga lingkungan hidup. Banyak institusi pendidikan di Indonesia masih memperlihatkan
bahwa untuk mengurus masalah kebersihan lingkungan, menanam dan merawat
tanaman, mengolah sampah di lingkungan sekolah merupakan pekerjaan petugas
kebersihan, urusan penata taman, penjaga sekolah. Pemahaman keliru yang
menciptakan pola kebiasaan siswa untuk tidak terlibat secara aktif menjaga
lingkungan.
Ketiga, komunikasi tentang resiko lingkungan. Informasi yang
cukup dan memadai tentang resiko limgkungan dan dampak negatifnya akibat
ketidakpedulian membutuhkan keterlibatan atau komunikasi partisipatif. Keterlibatan
semua pihak di sekolah sebagai pelaku utama menjaga lingkungan hidup menjadi
hal yang mutlak dilakukan. Dengan keterlibatan guru atau pendidik akan lebih
memberikan manfaat dan pembelajaran yang lebih efektif dan lebih mudah diterima
oleh anak-anak. Pendidikan dengan membiasakan perilaku atau melihat dan berbuat
seperti yang dicontohkan akan lebih membekas dan mudah ditiru.
Keempat, komunikasi untuk mempengaruhi kebijakan. Dengan kurikulum
merdeka belajar, pihak sekolah dapat membuat kebijakan, menciptakan peluang dan
memilih proses belajar mengajar dengan lebih mendekatkan diri pada lingkungan
tempat proses belajar berlangsung. Merdeka belajar menjadi kesempatan
menciptakan karakter siswa yang terbuka dan bertanggung jawab dengan diri dan
lingkungannya. Bahkan mampu menciptakan cara berpikir kritis sejak dini dan
meningkatkan kreatifitas dalam pembelajaran untuk mencapai perubahan dan
pengelolaan lingkungan.
Kelima, memanfaatkan media komunikasi. Memanfaatkan media
komunikasi seperti media sosial menjadi cara efektif dan kekinian memperluas
jangkauan akan pentingnya kesaadaran akan lingkungan; dapat berupa video
animasi yang menarik tentang lingkungan hidup yang disesuaikan dengan tingkat
pemahaman anak Sekolah Dasar.
Bentuk konkrit dari kegiatan KKN Tematik Unitomo 2023 di SDN Trosobo 1
adalah mengkomunikasikan masalah lingkungan hidup dalam bentuk penyampaian
teori ke kelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, permainan atau
ice breaking, mengadakan kegiatan pembersihan ruang perpustakaan dan penataan
kembali, bersama para siswa membersihkan lingkungan sekolah serta membuat
tempat sampah untuk setiap kelas dari ember bekas cat.

2 Komentar
Profisiat Kawan
BalasHapusikuti ya...
Hapus